Pelayanan gawat darurat menjadi salah satu taruhan bagi sebuah rumah sakit. Demikian juga dengan RSUD Ulin Banjarmasin. Dibangunnya IGD Terpadu RSUD Ulin dalam gedung yang terdiri 5 lantai dan setiap lantai memberikan pelayanan yang berbeda. Lantai 1 terdiei dari ruangan triage , rungan pemeriksaan medik, ruangan resusitasi, ruangan radiolaogi, ruangan dopo farmasi dan kamar operasi minor. Lantai 2 terdiri dari ruangan bersalin, ruangan NICU dan PICU. Lantai 3 terdiri ruangan perawaatan intensiif (ICU) dan hemodialisa darah(cuci darah).Lantai 4 terdiri markas brigade siaga bencana, ruangan pendidikan dan pelatihan dan ruangan administrasi. Lantai 5 terdiri ruang operasi bedah sentral dengan 12 kamar operasi.IGD terpadu memiliki tenaga yang professional dan berkompetensi dibidangnya masing-masing. Diantaranya dokter spesialid dan subspesialis , dokter brigade siaga bencana, dokter jaga 24 jam ditempat , paramedis dengan kualifikasi BTLS, PPGD dan BCLS.
Motto IGD Terpadau adalah time saving is life saving, artinya memepergunakan waktu dengan tepat untuk tidakan penyelamatan nayawa. Wakatu adalah nyawa, begitulah ungkapa singkat yang dimaksud. Dengan kata laini IGD Terpadu mendahulukan pertolongan kepada mereka yang jiwanya terancam. Tidak berdasarkan urutan penderita yang datang. Oleh karena itu setiap pasien yang masuk dalam runagan triage selalu diberi tanda atau labael sebagai klasifikasi pasien berdasarkan kegawatannya.
Label Merah (pasien gawat darurat yang mengancam jiwa) . Label Biru( pasien gawat daruruat yang sudah stabeil tidak mebahayakan jiwa) .Label Kuning (pasien gawat darutat tapi tidak mengancam jiwa) dan Label Hijau (bukan pasien gawat darurat). Kelebihan IGD Terpadu RSUD Ulin Banjarmasin saat ini menggunakan sistem One Stop Service dimana pasien atau diwakili oleh keluarga pasien hanya cukup mendatar di loke pasien sementara pasien masuk diruang triage untuk memperuoleh pemeriksaan umum. Kemudian pasien diberi label sesuai tingkat kegawatannya. Keluarga hanya cukup menunggu dengan sabar sementara proses pemeriksaan terhadap pasien terus berjalan , sampai keluarga dipanggil oleh petugas uantuk diberitahu apakah pasien tersebut boleh pulang atau masih perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan. Khusus bagi pasien yang sudah dinyatakan boleh pulang , keluarga tinggal membayar di loket kasir. Hal ini dilakukan karena untuk menjaga agar ruangan tindakan di IGD Terpadu tetap steril. Sebab tidak semua orang /pengantar pasien bisa masuk . Sebab kita tidak tahu, merka yang berada di luar IGD Terpadu bisa membawa virus atau bakteri. Jangan sampai kita malah membebani mereka yang sudah sakit. Pasien butuh ruangan yang steril,oksigen yang segar , bersih dan kenyamanan. (red)





